Minggu, 08 Maret 2009

cuba

Republik Kuba terdiri atas Pulau Kuba (pulau terbesar di Kepulauan Antilles Besar), Pulau Pemuda dan beberapa pulau kecil di sekitarnya. Nama "Kuba" konon berasal dari sebuah kata dalam bahasa Taíno, cubanacán, yang berarti 'tempat yang sentral'.

Negara ini terletak di Karibia utara, pada pertemuan Laut Karibia, Teluk Meksiko dan Samudra Atlantik. Di sebelah timur laut Kuba - sekitar 144 km - terletak Negara Bagian Florida, AS, dan Bahama. Di sebelah timurnya terdapat Kepulauan Turks dan Caicos serta Haiti, sementara di sebelah barat terdapat Meksiko. Kepulauan Cayman dan Jamaika terletak di sebelah selatan dari ujung timur Kuba. Dibanding Indonesia, luas Kuba masih lebih kecil dari Pulau Jawa.

Kuba merupakan penghasil gula terbesar di dunia setelah Brasil. Meskipun gula merupakan penghasil utama dengan 85% dari ekspornya, namun yang tinggal di dalam negeri masih merupakan negara pemakan gula terbanyak setelah Kosta Rika.

Kondisi Geografis

Secara geologis Kuba dahulu berada di Pasifik, dan melintang antara Amerika Utara dan Selatan sebelum mereka dipersatukan, “bertabrakan” dengan apa yang kini dikenal sebagai Florida [25] Kuba, 65 juta tahun yang lalu, juga mendapatkan sebagian dari dampak Kawah Chicxulub dengan tsunami yang tingginya berkilo-kilometer hingga sekurang-kurangnya 500 km jauhnya ke provinsi-provinsi tengah [26], [27] dan lebih jauh lagi. Pulau Kuba yang memanjang ini (kira-kira 1.200 km panjangnya) adalah pulau yang terbesar di daerah Karibia dan dibatasi di sebelah utara oleh Selat Florida dan Samudra Atlantik, di sebelah barat laut oleh Teluk Meksiko, di sebelah barat oleh Selat Yucatan, di selatan oleh Laut Karibia, dan di sebelah timur oleh arus angin. Republik ini terdiri dari keseluruhan pulaunya, termasuk sejumlah pulau yang ada di sekitarnya, seperti misalnya Isla de la Juventud (Pulau Pemuda), sebelumnya dikenal sebagai Isla de los Pinos (Pulau Pinus). Teluk Guantánamo, adalah sebuah pangkalan angkatan laut yang disewa oleh Amerika Serikat sejak 1903. Sejak 1960 perjanjian sewa ini telah ditentang oleh Castro.

Pulau utamanya adalah yang terbesar ke-16 di dunia. Pulau ini umumnya terdiri dari tanah yang datar dan dataran yang naik-turun, dengan bukit-bukit dan gunung-gunung yang lebih terjal terutama di bagian tenggara dan titik tertingginya adalah Pico Real del Turquino dengan ketinggian 2.005 m. Iklim setempat tropis, meskipun arus angin membuatnya agak sejuk. Musim kering berlangsung antara November sampai April, dan musim hujan dari Mei hingga Oktober.

Havana adalah kota terbesar dan ibu kotanya; kota-kota utamanya yang lain antara lain adalah Santiago de Cuba dan Camagüey. Sebagian dari kota-kota yang lebih kecil adalah Baracoa yang merupakan pemukiman orang-orang Spanyol pertama di Kuba, serta Trinidad dan Bayamo.

Demografi

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Demografi Kuba

Penduduk Kuba dalam jumlah ribuan (1961-2003)

Menurut CIA's World Factbook, 51% penduduk Kuba adalah mulatto (campuran kulit putih dan hitam), 37% kulit putih, 11% kulit hitam, dan 1% Tionghoa.

Penduduk Tionghoa di Kuba terutama berasal dari orang-orang Tionghoa yang dibawa ke Kuba pada abad ke-19th untuk membangun jalan-jalan kereta api dan bekerja di tambang-tambang, seperti halnya yang terjadi di Amerika Serikat pada saat yang bersamaan. Namun begitu pekerjaan itu selesai, kebanyakan dari mereka tidak mampu membayar biaya pulang kembali ke Tiongkok dan akhirnya menetap di pulau itu. Dokumen-dokumen historis menunjukkan bahwa, meskipun dianggap lebih rendah daripada orang-orang Kuba keturunan Eropa, mereka dianggap lebih tinggi daripada orang-orang kulit hitam, karena kulit mereka lebih terang warnanya.

Di Kuba masih terdapat sedikit ketegangan rasial dalam sikap rakyatnya terhadap sesamanya. Namun demikian, di Santiago de Cuba ada sejumlah penduduk Jamaika yang cukup besar jumlahnya yang menderita karena mempunyai citra sebagai orang yang malas. Juga orang-orang yang kulitnya lebih terang seringkali mempunyai pekerjaan yang ‘lebih tinggi’ (meskipun di Kuba yang sosialis ini tidak berarti perbedaan penghasilan yang besar). Kuali pencampur diungkapkan tidak hanya dalam pengertian rasial, tetapi juga dalam agama (lihat bawah) dan musik Kuba. Ada imigrasi internal yang ilegal ke Havana dari orang-orang yang berusaha mencari kesempatan yang lebih besar. Para imigran ilegal ini disebut "palestinos." Kuba juga menampung sejumlah orang-orang non-Kuba yang tidak diketahui jumlahnya. Penduduk ini termasuk para pembelot dari AS seperti misalnya Phillip Agee [28], para aktivis asing dengan berbagai alasan yang radikal [29] dan sejumlah penduduk kesukuan seperti orang-orang Berber Sahara [30].

Kuba mempunyai tingkat kelahiran yang rendah. Tingkat kesuburan untuk setiap wanita adalah 1,5 anak (pada 1995-2000); tingkat ini adalah yang terendah dari negara manapun di bagian barat (sama dengan Kanada dan Barbados). Faktor yang ikut meneybabkannya adalah kebijakan Kuba tentang aborsi atas permintaan. Kuba mempunyai tingkat aborsi yang tinggi, yaitu 77,7 aborsi per 1.000 perempuan pada usia 15-44 pada 1996. Ini adalah tingkat ke-3 tertinggi di dunia di antara 55 negara yang tingkat aborsinya tersedia dalam sebuah studi PBB pada 1999. [31] Pengguguran yang selektif terhadap kehamilan berisiko tinggi adalah sebuah factor yang menyebabkan rendahnya tingkat kematian bayi di Kuba yaitu 5,8 per seribu kelahiran. (State of the World's Children 2005) Namun, tingkat aborsi yang tinggi dan tingkat kelahiran yang sangat rendah ini, yang mengingatkan kita akan Eropa Timur dan Rusia di masa komunis dulu, dapat menyebabkan menyusutnya jumlah penduduk negara itu dalam dekade-dekade yang akan datang secara drastis, meskipun hal ini belum terjadi karena jumlah orang lanjut usia masih sedikit.

Jumat, 07 November 2008

TRIBAKTI PMR

seperti halnya pramuka yang memiliki dasadharma pramuka, maka dalam PMR dikenal tri bakti yang harus diketahui-dipahami dan dilaksanakan oleh semua anggota. PMRTRI BAKTI PMR tersebut adalah: 1. Berbakti kepada masyarakat 2. Mempertinggi ketrampilan, menjaga kebersihan serta kesehatan 3. Mempererat persahabatan nasional dan internasiona

Minggu, 07 September 2008

MENCEGAH DAN MENGATASI RADANG AMANDEL (TONSILITAS) DENGAN CARA ALAMIAH


Buat kamu-kamu yang punya radang tenggorokan berupa amandel... nih tips, dibaca... dipahamin... turz... langsung dipraktek’in yahhhh.....


Hembing: Tuesday, 6 Apr 2004 13:7:33 WIB
Oleh : Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma

Amandel atau tonsil merupakan kumpulan jaringan limfoid yang terletak pada kerongkongan di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut. Tonsil berfungsi mencegah agar infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara menahan kuman memasuki tubuh melalui mulut, hidung, dan kerongkongan, oleh karena itu tidak jarang tonsil mengalami peradangan. Peradangan pada tonsil disebut dengan tonsilitis, penyakit ini merupakan salah satu gangguan THT (Telinga Hidung & Tenggorokan). Tonsilitis dapat bersifat akut atau kronis. Bentuk akut yang tidak parah biasanya berlangsung sekitar 4-6 hari, dan umumnya menyerang anak-anak pada usia 5-10 tahun. Sedangkan radang amandel/tonsil yang kronis terjadi secara berulang-ulang dan berlangsung lama.

Radang amandel/tonsil (tonsilitis) disebabkan oleh infeksi bakteri kelompok A streptokokus beta hemolitik, namun dapat juga disebabkan oleh bakteri jenis lain atau oleh infeksi virus. Pada radang amandel yang akut biasanya dimulai dengan gejala sakit tenggorokan yang ringan hingga menjadi parah, sakit saat menelan makanan, kadang-kadang muntah. Tonsilitis dapat menyebabkan amandel menjadi bengkak, panas, gatal, sakit pada otot dan sendi, nyeri pada seluruh badan, kedinginan, sakit kepala, dan sakit pada telinga. Kelenjar getah bening melemah di dalam daerah submandibuler. Bagian belakang tenggorokan akan terasa mengerut sehingga sukar menelan.

Pada tonsilitis kronis dapat mengakibatkan kekambuhan sakit tenggorokan dan keluar nanah pada lekukan tonsil. Serangan terjadi secara berulang-ulang, tonsil kelihatan membesar, merah, dan terjadi abses (berbintik-bintik nanah berwarna putih kekuning-kuningan). Pembesaran tonsil/amandel bisa sangat besar sehingga tonsil kiri dan kanan saling bertemu dan dapat mengganggu jalan pernapasan.

Peradangan tonsil yang akut ataupun pembengkakan tonsil yang tidak terlalu besar dan tidak menghalangi jalan pernapasan, serta tidak menimbulkan komplikasi tidak perlu dilakukan pembedahan/operasi, karena tonsil yang terbuat dari jaringan getah bening dapat berfungsi mencegah tubuh agar tidak terkena penyakit yang berhubungan dengan infeksi.

Untuk perawatan dan pengobatannya dilakukan beberapa langkah sebagai berikut :

* Diusahakan untuk minum banyak air atau cairan seperti sari buah, terutama selama demam.
* Jangan minum es, sirop, es krim, makanan dan minuman yang didinginkan, gorengan, makanan awetan yang diasinkan, dan manisan.
* Berkumur air garam hangat 3-4 kali sehari.
* Menaruh kompres hangat pada leher setiap hari.
* diberikan terapi antibiotik (atas petunjuk dokter) apabila ada infeksi bakteri dan untuk mencegah komplikasi.
* Istirahat yang cukup.

Namun apabila tonsilitis kronis dengan pembengkakan tonsil yang terlalu besar sehingga mengakibatkan terganggunya jalan pernapasan, atau munculnya komplikasi, biasanya diperlukan pembedahan/operasi untuk mengeluarkan tonsil.

Tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk perawatan dan pengobatan radang amandel (tonsilitis) diantaranya mempunyai efek sebagai antiradang, antibiotik, dan menghilangkan bengkak (anti-bengkak).

Berikut ini beberapa contoh ramuan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk radang amandel (tonsilitis) :

* Bubuk sambiloto sebanyak 3 - 4,5 gram diseduh dengan 200 cc air panas, tambahkan 1 sendok makan madu, diaduk, lalu diminum hangat-hangat. Atau 30 gram sambiloto segar/15 gram yang kering, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya ditambahkan 200 cc jus buah nanas, diaduk, lalu diminum untuk 3 kali sehari, setiap kali minum 200 cc. (untuk tonsilitis akut)
* 2 buah mengkudu/pace matang + 20 gram kunyit, dicuci dan dihaluskan, disaring dan diambil airnya, tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis, dan 1 sendok makan madu, diaduk, lalu diminum. Lakukan 2-3 kali sehari. (untuk tonsilitis akut).
* 30 gram benalu jeruk nipis atau benalu teh + 30 gram temu putih + 10 gram sambiloto kering + 20 gram kunyit, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum 200 cc. (Untuk tonsilitis kronis dengan pembesaran tonsil yang agak besar).
* 10 lembar daun cocor bebek dihaluskan atau dijus, airnya digunakan untuk berkumur di tenggorokan. Lakukan 2-3 kali sehari.
* 30-60 gram akar kembang pukul empat dijus, airnya digunakan untuk berkumur di tenggorokan, lalu ditelan. Lakukan 2 kali sehari.

Sumber : http://cybermed.cbn.net.id

Senin, 05 Mei 2008

Nih gambar motor memang gak jelas. maklum, masih belajar. nanti klo dah pinter pasti ada yang lebih bagus lagi. Tunggu aja.